Puskesmas Cangkringan Melaksanakan Pertemuan Koordinasi Penanganan KLB Polio Di Kalurahan Wukirsari
Kalurahan Wukirsari, 10 Januari 2024
Puskesmas Kapanewon Cangkringan mengadakan pertemuan koordinasi dengan dukuh se Kalurahan Wukirsari (10/01/24), yang bertempat di Waroeng Rebyoek. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus polio yang terjadi di wilayah di Jawa Tengah. Koordinasi juga dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Cangkringan, Pamong Wukirsari, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perwakilan Kader Balita Wukirsari.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Cangkringan Sumiyati, A.Md., dalam sambutannya mengatakan saat ini Kabupaten Sleman menjadi sasaran program Sub Pekan Imunisasi Nasional (Subpin) Polio. Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Sleman Khususnya Kapanewon Cangkringan dekat dengan munculnya kasus KLB Polio di Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sumiyati menjelaskan, meskipun satu kasus Polio yang muncul maka sudah termasuk kedalam kejadian luar biasa, karena sampai saat ini penyakit polio belum ada obatnya dan hanya bisa dicegah melalui vaksinasi. Untuk itu beliau mohon kerjasama semua pihak untuk mendukung program ini supaya target vaksinasi polio 95% bisa tercapai.
“Yang kita takutkan karena ketika masyarakat sudah merasa vaksin, kemudian menganggap vaksin yang lain sudah tidak penting lagi. Selain itu kita harus menjaga kebersihan untuk mencegah penularan virus khususnya polio. Maka dari itu, butuh kerja keras kita bersama untuk mensosialisasikan penanganan KLB Polio kepada masyarakat” pungkasnya.
Sementara itu, Suhartono, A.M.K. dari Puskesmas Cangkringan berharap program Sub PIN Polio ini bisa mencegah masuknya virus polio di Kabupaten Sleman. Beliau mengajak seluruh pihak untuk dapat mendukung program imunisasi ini. Suhartono menekankan jika vaksinasi harus segera dilaksanakan, dan Dukuh diminta untuk membantu mensosialisasikan bahaya penyakit polio serta pentingnya vaksinasi yang akan dilaksanakan di Kalurahan Wukirsari.
“Untuk wilayah Kalurahan Wukirsari kita bagi empat kelompok (tempat) yang akan kita laksanakan pada 17 januari 2024” kata Suhartono.
Koordinasi ini merupakan upaya serius Puskesmas Cangkringan dalam mengatasi dampak dari KLB Polio. Harapannya, melalui sinergi ini, akan terbentuk strategi yang kuat untuk menekan penyebaran penyakit polio serta meningkatkan tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam imunisasi guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat dicegah.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin