Tradisi Wiwitan: Wujud Warga Cancangan Mensyukuri Hasil Pertanian

29 September 2025
Admin Wukirsari
Dibaca 43 Kali
Tradisi Wiwitan: Wujud Warga Cancangan Mensyukuri Hasil Pertanian

Wukirsari, 22 September 2024 — Suasana persawahan di sebelah selatan Dusun Cancangan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan tampak ramai warga pada Senin pagi (22/09/25). Mereka berkumpul untuk melaksanakan upacara tradisi Wiwit/Wiwitan, sebuah ritual adat sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh.

Tidak hanya dihadiri warga setempat, acara tersebut juga turut diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sleman, BP4 Wilayah VI (Ngemplak-Cangkringan), Panewu Cangkringan, Lurah Wukirsari beserta pamong, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta tokoh masyarakat Cancangan.

Rangkaian prosesi dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang rois. Usai doa bersama, makanan yang telah dipersiapkan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama oleh seluruh warga. Menu khas tradisi wiwitan kali ini di antaranya nasi gurih, ayam kampung, sayur nangka, tahu-tempe, teri, peyek, jajanan pasar, telur, ubi-ubian, thonto, serta buah-buahan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto, S.Hut, MT. menyampaikan apresiasi atas terlaksananya tradisi wiwitan yang menjadi bentuk nyata kearifan lokal masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pertanian serta mengajak petani untuk terus meningkatkan produktivitas dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Sementara itu, Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa wiwitan tidak hanya sekadar ritual syukur, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat Wukirsari.

Lebih dari sekadar ungkapan syukur, tradisi wiwitan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kearifan lokal agar tetap lestari di tengah masyarakat.