Koordinasi & Penyuluhan Desa Ramah Anak Wukirsari 2025: Perkuat Literasi Perempuan dan Anak Menuju Indonesia Kuat
Wukirsari — Upaya mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak terus diperkuat Kalurahan Wukirsari. Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan Koordinasi dan Penyuluhan Desa Ramah Anak, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga dan Anak yang digelar pada Rabu, 26 November 2025 di Ruang Rapat Sadewa Lantai 2 Balai Kalurahan Wukirsari.
Mengangkat tema “Meningkatkan Literasi bagi Perempuan dan Anak Menuju Anak Hebat, Indonesia Kuat”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya keluarga, dalam menciptakan ruang aman dan mendidik bagi anak-anak.
Acara dibuka oleh Ketua Satgas Perlindungan Anak Wukirsari, H. Ruswantoro, S.E., M.I.P., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan memahami, berpikir kritis, dan melindungi diri.
“Keluarga adalah benteng pertama bagi anak. Ketika perempuan dan anak memiliki literasi yang baik, maka mereka lebih siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Materi penyuluhan diisi oleh Babinsa Wukirsari Serda Cahyo Seto dan Bhabinkamtibmas Wukirsari Aipda Pitra Restu. Keduanya memberikan perspektif dari sisi keamanan, disiplin, perlindungan anak, hingga bahaya potensi kekerasan dan risiko digital.
Dalam paparannya, Serda Cahyo Seto menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai pondasi utama pembentukan karakter anak.
“Anak yang tumbuh di lingkungan aman dan penuh perhatian akan menjadi generasi yang kuat dan percaya diri,” ungkap Babinsa Wukirsari.
Sementara itu, Aipda Pitra Restu menyoroti meningkatnya ancaman terhadap anak di era digital—mulai dari perundungan siber, penipuan online, hingga paparan konten berbahaya. Beliau menegaskan perlunya perhatian Tim Satgas PPA Kalurahan Wukirsari melaksanakan penajaman pemantauan informasi terharap hak-hak anak dan perempuan di lingkungan padukuhan masing-masing sehingga tercipta komunikasi aktif dalam membangun generasi, sekaligus memberikan motifasi dan teknis profiling permasalahan.
“Pengawasan orang tua sangat penting. Literasi digital bukan pilihan lagi, tetapi kebutuhan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan, masyarakat, dan aparat keamanan dalam menciptakan Wukirsari sebagai Desa Ramah Anak. Dengan peningkatan literasi perempuan dan anak, Kalurahan Wukirsari berkomitmen melahirkan generasi yang lebih cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi Indonesia yang lebih kuat.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin