Evaluasi Kampung Hijau Di Dusun Bedoyo Kalurahan Wukirsari.

30 Mei 2023
Admin Wukirsari
Dibaca 381 Kali
Evaluasi Kampung Hijau Di Dusun Bedoyo Kalurahan Wukirsari.

Kalurahan Wukirsari, 30 Mei 2023.

Kegiatan Evaluasi Kampung Hijau Kabupaten Sleman Tahun 2023 di Kalurahan Wukirsari telah dilaksanakan hari Selasa, tanggal 30 Mei 2023. Evaluasi bertempat di Dusun Bedoyo, Kalurahan Wukirsari Kapanewon Cangkringan.

Tim Evaluasi terdiri dari personil-personil berbagai instansi dan Lembaga. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan kriteria yang tercantum di dalam Pedoman Kampung Hijau, meliputi Komponen Fisik, Komponen Manajemen, Komponen Peran Masyarakat, dan Komponen Budaya/Tradisi/Adat. Tim Evaluasi tiba di lokasi disambut oleh Panewu Cangkringan, Lurah Wukirsari, Muspika Cangkringan serta Warga Padukuhan Bedoyo. Ber

Acara diawali dengan penyambutan Tim Evaluasi oleh Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono A.P., M.SI. Dalam sambutanya, Panewu Cangkringan berterima kasih kepada warga yang telah mendukung semua kegiatan yang telah dilaksanakan hingga terbentuknya “Kampung Hijau”.

Djaka Sumarsono juga menambahkan jika program unggulan Kampung Hijau Bedoyo adalah Konservasi Air dan Penghijauan.

Selanjutnya perkenalan oleh Tim Evaluasi diwakili oleh Eni Yuliani, S.E., M.Si selaku Ketua Tim Evaluasi. Eni Yuliani menjelaskan jika Kampung Hijau merupakan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau. Beliau menambahkan kampung hijau harus nyaman aman  dan sejahtera karena peran serta masyarakat.

“Harapan kami, setelah ini nanti dusun-dusun sebelah dapat mengikuti program kampung hijau seperti Padukuhan Bedoyo” imbuhnya.

Setelah di bagi beberapa tim, selanjutnya Tim Evaluasi mengunjungi beberapa titik yang menjadi obyek penilaian. Terakhir tim berkumpul di Padepokan Gadung Melati yang merupakan tempat sejuk dan asri dengan beberapa mata air di Dusun Bedoyo.

Dalam sesi ramah tamah, Dewi Setyowati, ST, M.Eng dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman menjelaskan jika permaslahan di Kabupaten Sleman Saat ini adalah pengolahan sampah khususnya yang dapat di daur ulang atau 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Terkait dengan Padukuhan Bedoyo yang masih banyak pepohonan, beliau meminta warga untuk mengoptimalkan sampah organik atau dedaunan untuk diolah dijadikan pupuk kompos.

“Masukan Terkait dengan pengolahan sampah organik, kami harap bisa dikelola secara maksimal untuk bisa dibuat kompos” pungkasnya.